Saturday 25 May 2019

Strategi Mengatur Tempat Duduk Siswa

Ketika hendak mengatur bagaimana susunan tempat duduk siswa di kelas, seorang guru harus mengetahui apa kelemahan dan kelebihan dari bentuk-bentuk pengaturan tempat duduk. Dengan demikian ia dapat memilih mana susunan yang paling baik untuk karakter para siswanya saat itu. Masing-masing bentuk susunan tempat duduk siswa memiliki kelebihan sekaligus kelemahan, tidak ada yang sempurna.


Filosofi susunan tempat duduk siswa sebenarnya adalah menentukan ruang interaksi pembelajaran. Pengaturan tempat duduk tertentu akan berdampak pada di sebelah mana interaksi pembelajaran akan lebih dominan, dan sebelah mana yang kurang interaktif.

Secara umum pengaturan tempat duduk siswa di kelas terbagi menjadi empat bentuk yaitu:
  1. Baris tradisional (traditional rows). Adalah susunan dimana siswa duduk satu-satu dalam beberapa baris menghadap guru dan papan tulis atau layar. Pesan utama susunan ini adalah otoritas guru sebagai pemberi pelajaran. Keuntungannya adalah: guru mudah bergerak ke masing-masing tempat duduk siswa, siswa mudah melihat guru, masing-masing siswa tidak saling mengganggu dan guru mudah memantau siswa memperhatikan atau tidak. Adapun kelemahan susunan ini adalah: siswa sulit belajar dalam bentuk kelompok, siswa tidak saling melihat dalam diskusi, siswa di bagian belakang sering berkurang perhatiannya.
  2. Berkelompok-kelompok (cluster). Adalah susun dimana kelas dibagi menjadi beberapa kelompok yang sama rata, dimana siswa duduk melingkar di dalam masing-masing kelompok. Susunan ini menunjukkan bahwa keutamaan kelas adalah berdiskusi membangun pengetahuan bersama. Keuntungan susunan ini adalah: guru dapat mudah berinteraksi dengan kelompok atau personal, siswa lebih mudah belejar dalam kelompok, para siswa dapat saling melihat dan berdiskusi. Adapun kelemahannya adalah: meminta perhatian semua siswa pada guru agak sulit karena ada siswa yang tidak menghadap guru, guru agak sulit memonitor pemahaman keseluruhan siswa.
  3. Berpasangan (pairs). Seperti susunan baris tradisional, namun tidak sendiri-sendiri melainkan berpasangan. Dalam susunan ini siswa tetap dapat bekerjasama (dalam pasangan) namun dengan tetap mudah memperhatikan guru sebagai otoritas utama. Keuntungan dari susunan ini merupkan gabungan dari susunan pertama dan kedua,sedangkan kelemahannya adalah pada aktivitas individual siswa di sebelah dapa mengganggu. Siswa di bagian belakang juga mungkin kehilangan fokus.
  4. Bentuk U (U shaped). Adalah susunan dimana tempat duduk siswa membentuk huruf U menghadap ke guru yang berada di tengah sehingga jarak interaksi semua siswa pada guru adalah sama. Keuntungannya adalah: perhatian semua siswa sama, guru dapat memonitor semua siswa dengan baik, komunikasi antar siswa menjadi lebih baik. Sementara kelemahannya adalah: lebih banyak peluang untuk munculnya kegaduhan, pada belajar individual lebih banyak kemungkinan adanya gangguan dari teman sebelah, dan sulit untuk bekerja dalam kelompok kecil.
Gambar masing-masing susunan di atas dapat dilihat atau diunduh disini.

Mungkin ada bentuk lain dari susunan tempat duduk siswa, namun pasti juga memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri. Guru harus mempertimbangkan bagaimana kondisi siswa, apa yang dibutuhkan mereka, serta kemampuannya sendiri untuk mengatur siswa selama pembelajaran. Bagaimana menurut anda, mana yang lebih cocok untuk kelas anda?

Daftar Rujukan:

Garret, T. (2014). Effective Classroom Management; The Essentials. New York: Teachers College Press.

https://pixabay.com

No comments:

Post a Comment