Wednesday, 20 January 2021

2 Jenis Penelitian Etnografi

Etnografi terfokus pada upaya untuk penyusunan suatu deskripsi yang lengkap dan kompleks mengenai kultur dari suatu kelompok masyarakat. Seperti yang telah kita ketahui, kultur terbentuk dari interaksi sehari-hari antar anggota dalam waktu yang sangat lama. Kultur tersebut menjadi identitas mereka, membedakan dari kelompok masyarakat lain.

Terdapat dua tipe utama penelitian etnografi yaitu etnografi realistik dan etnografi kritis. Etnografi realistik merupakan jenis yang lebih lama (tradisional), biasanya digunakan oleh para antropolog. Tujuan dari jenis ini adalah untuk menyusun suatu deskripsi secara obyektif mengenai kultur dari para partisipan. Gaya tulisan etnografi realistik adalah penulisan orang ketiga yang bersifat datar dan obyektif. Sementara sang peneliti tetap berada di “belakang” dalam melaporkan fakta-fakta etnografis. Dalam menyusun suatu interpretasi kultural peneliti banyak menyajikan suara dan pandangan asli partisipan berupa kutipan-kutipan langsung.

Jenis etnografi kedua yang lebih baru adalah etnografi kritis. Pada jenis ini peneliti menyuarakan kondisi partisipan yang terpinggirkan atau diperlakukan tidak adil. Deskripsi dan interpretasi dapat memasukkan suara peneliti sebagai pihak kritis yang membela kepentingan kelompok masyarakat yang diteliti. Etnografi kritis mencoba untuk mendorong terwujudnya emansipasi. Peneliti etnografi kritis merupakan seseorang dengan paradgma politik yang berusaha untuk menyuarakan kepentingan partisipan yang diperlakukan tidak adil dan didominasi oleh pihak lain. Tujuan penelitian etnografi adalah memberdayakan masyarakat yang diperlakukan tidak adil dan tertindas oleh hegemoni pihak tertentu.

Contoh dari penelitian etnografi realistik adalah bagaimana kultur belajar dari anak-anak nelayan untuk nantinya dapat menggantikan peran orang tua mereka sebagai nelayan mandiri. Contoh penelitian etnografi kritis misalnya bagaimana anak-anak nelayan diperlakukan berbeda di sekolah atau bagaimana sistem belajar dan ujian membuat mereka tidak mendukung peran mereka sebagai anak nelayan.

Etnografi membutuhkan suatu interaksi yang benar-benar deka tantara peneliti dengan para partisipan. Peneliti harus dapat diterima oleh masyarakat untuk tinggal dan berinteraksi dalam jangka waktu tertentu. Sebagai awal peneliti dapat mencari seorang gatekeeper atau key informan yang akan menghubungkannya dengan calon partisipan. Kesediaan partisipan harus didasari kesukarelaan sehingga informasi yang mereka berikan benar-benar asli dan bahkan mereka terbuka untuk perubahan yang lebih baik (terutama pada etnografi kritis).

Bacaan Lanjutan:

Creswell, J.W., Poth, C.N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications, Inc.

1 comment: